<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Penjelasan RSUD Sejiran Setason Soal Pasien yang Dikabarkan Terlantar

×

Penjelasan RSUD Sejiran Setason Soal Pasien yang Dikabarkan Terlantar

Sebarkan artikel ini

Menurut Ratno, pihak Puskesmas Simpang Teritip pun sudah memberitahukan kepada Samsul Bahri untuk datang ke RSUD hari Senin, bila nyeri di dadanya masih berlanjut.

Si pasien juga sudah dijelaskan di bagian pendaftaran bahwa dokternya tidak ada lagi di tempat. Selain itu kata Ratno, kondisi pasien tidak darurat, hanya kontrol saja.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Iya karena kondisinya dia jalan sendiri tidak sesak nafas, mandiri lah ya bisa segala sesuatunya dan tidak ada kegawatdaruratan. Pasiennya pun pulang,” katanya.

“Hanya memang pada saat itu bila memang pasiennya ingin dilayani dan ada tanda – tanda gawat, kami kan memang bisa tangani ke IGD. Disuruh datang lagi Senin karena rujukannya memang untuk hari Senin, bukan hari Jum’at,” ujarnya.

Beda halnya bila pasien yang datang dalam keadaan darurat, tentu kata Ratno ditangani di IGD. Pihaknya pun telah menelusuri ke Puskesmas Simpang Teritip, Samsul Bahri sudah mendapatkan pengobatan di sana.

“Artinya tidak ada pembiaran terhadap pasien itu,” terangnya.

Selain itu Ratno menegaskan, sejak berdirinya hingga saat ini, tidak ada ceritanya RSUD Sejiran Setason menolak pasien.

“Kita welcome welcome saja bahkan rumah sakit yang menerima segala rujukan, yang di mana masyarakat Bangka Barat bila tidak dapat rujukan di mana pun tempat terakhirnya adalah RSUD Sejiran Setason,” tukasnya.

Dijelaskan Ratno, jalur rujukan bila pasiennya dalam keadaan gawat, pertama dari Puskesmas ke RSUD Sejiran Setason, di bagian IGD, bukan di poliklinik.

Bila si pasien bisa ditangani sendiri, pihaknya tidak akan merujuk pasien ke rumah sakit luar daerah, kecuali bila dokter spesialist-nya memang tidak ada di RSUD Sejiran Setason.

“Tapi selama ini yang terjadi kecuali yang spesialist yang nggak ada di sini ( ortopedi, patah tulang terbuka, THT) yang lain – lain bisa ditangani di sini, nggak masalah, dokter kita cukup lengkap,” kata dia.

Hanya saja terkait kejadian yang dialami Samsul Bahri, dokter RSUD Sejiran Setason sedang tidak di tempat karena sedang pelatihan.

Sedangkan di hari – hari biasanya pelayanan berjalan lancar seperti biasanya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: