<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Disbudpar Babar Beri Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas sajian Kuliner bagi Pelaku UKM

×

Disbudpar Babar Beri Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas sajian Kuliner bagi Pelaku UKM

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan pelatihan peningkatan inovasi dan higenitas sajian kuliner didestinasi pariwisata bagi pelaku UKM yang ada di wilayah itu.

Pelatihan berlangsung selama 4 hari, terhitung mulai tanggal 12-15 November 2024 diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari pelaku UKM se-Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bangka Barat, Heru Warsito menjelaskan bahwa dengan kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan inovasi dan higenitas kuliner kepariwisataan di wilayahnya.

“ini adalah kegiatan yang sangat baik sangat konstruktif karena apa Karena dengan kegiatan ini, dapat melatih para pelaku usaha kuliner yang ada di Bangka Barat bagaimana mengelola menginovasi kuliner-kuliner yang ada termasuk bagaimana meningkatkan higenitasnya sehingga memiliki daya dukung yang positif terhadap pariwisata di kawasan Bangka Barat,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa kuliner memegang peran penting dalam sektor Pariwisata terkhususnya bagi wisatawan mancanegara.

“ Dalam pariwisata itu kuliner memegang peran yang sangat penting, biasanya wisatawan wisatawan khususnya adalah wisatawan mancanegara itu higenitas itu menjadi nomor satu dengan kegiatan ini kami yakin nanti para pelaku usaha kuliner di mentok atau di Bangka Barat secara umum ini akan meningkat kompetensinya sehingga nantinya pasti kuliner yang ada di Bangka Barat semakin baik,” tuturnya.

Heru Warsito memiliki harapan besar agar Bangka Barat bisa membuat wisatawan terkesan dan menjadikan Bangka Barat sebagai muara akhir bagi para wisatawan yang datang berkunjung dikarnakan taste dan higenitas yang di ciptakan dan di jaga oleh para pelaku UMKM Bangka Barat.

“Buat para wisatawan menikmati kuliner dari Bangka Barat ini benar-benar terkesan dan muara akhirnya apa, dia pengin kembali dan kembali ke bangka barat karena apa kajian makanannya enak tastenya atau cita rasanya kemudian higenitasnya juga dijaga bahkan inovasi keanekaragaman kulinernya juga cukup banyak,” ucapnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: