<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Pemkab Babar Serap 10 Aspirasi di Peringatan HAN 2024

×

Pemkab Babar Serap 10 Aspirasi di Peringatan HAN 2024

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Ratusan orang berkumpul dalam kegiatan Festival Anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN), tingkat Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Aparatur, Rabu (20/11/2024).

Asisten III Bidang Administrasi Umum, Suwito mengatakan anak-anak adalah cerminan dari orang-orang terdekat, dan bagaimana semua pihak memperlakukan mereka akan menentukan masa depan baik buat si anak maupun untuk lingkungan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Oleh karena itu anak-anak yang masih dalam proses mengenal dunia harus diberikan bimbingan dan pemenuhan hak atas hidup yang menjadi suatu kebutuhannya.

“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah itu memberikan lingkungan yang baik untuk anak. Sehingga mereka dapat tumbuh dengan hal-hal yang baik,” katanya.

Selain itu, pihaknya mendapatkan sejumlah aspirasi dari perwakilan suara anak Kabupaten Bangka Barat 2024 yang hadir di acara tersebut. Mulai dari kegiatan anak berkebutuhan khusus yang maksimal.

Kemudian ketegasan peraturan larangan pernikahan anak dan minuman keras. Selanjutnya pemerataan pembangunan panti asuhan serta ruang kreasi bagi anak di setiap kecamatan. Hingga ketersediaan layanan psikolog gratis bagi anak yang bermasalah.

“Ada juga disampaikan permintaan perpustakaan khusus anak, tunjangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Edukasi parenting, ASI, dan baby blues,” katanya.

Disamping itu, menyampaikan pihaknya berkonsentrasi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di Bangka Barat, sehingga mereka dapat tumbuh kembang dengan baik.

“Kemudian kita ingin memastikan anak-anak ini tumbuh dengan sehat. Mudah-mudahan kita mendapatkan generasi yang baik secara gizi guna mengatasi permasalahan stunting,” ujarnya.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: