<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Jasad Pensiunan PT. Timah yang Ditemukan di Rumahnya Sudah Dikebumikan

×

Jasad Pensiunan PT. Timah yang Ditemukan di Rumahnya Sudah Dikebumikan

Sebarkan artikel ini
Pemakaman jenazah Harun. Foto: Istimewa.
Pemakaman jenazah Harun. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Jasad pria yang ditemukan membusuk di rumahnya Dusun Pait Jaya, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Selasa (17/12/2024) kemarin telah dimakamkan.

Pria yang diketahui bernama Harun (55) ini sudah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pait Jaya, Desa Belo Laut pada Selasa malam.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kanit Tipidum Satreskrim Polres Bangka Barat, Ipda Muhammad Harits mengatakan jasad Harun sebelumnya sempat dibawa ke RSUD Sejiran Setason.

“Iya sudah dimakamkan informasi yang kami terima,” ujarnya, Rabu (18/12/2024).

Sementara itu, Hidayat (28) salah seorang kerabat dari Harun mengatakan yang bersangkutan memang sudah menderita sakit.

“Dua minggu kemarin almarhum sempat dirawat opname di Rumah Sakit. Kalau kesehariannya sering santai di Pantai Pait bawah,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Seorang pria bernama, Harun ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang terletak di RT 02, Dusun 6 Kampung Paitjaya, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa (17/12/2024).

Kepala Dusun 6 Desa Belo Laut, Erik mengatakan pria 55 tahun ini merupakan pensiunan karyawan PT Timah Tbk, tinggal seorang diri di rumah tersebut. Sementara istrinya berada di Pangkalpinang.

Erik menjelaskan bahwa tetangga sekitar mulai curiga lantaran Harun tidak keluar rumah seperti biasanya.

“Biasanya dia sering keluar rumah. Tadi siang sekitar jam dua, ada tetangga yang curiga karena tidak melihat dia keluar. Setelah dicek, ternyata sudah meninggal,” ujar Erik.

Penemuan jasad Harun bermula ketika salah seorang warga, Yanti (38), merasa curiga karena tidak melihat aktivitas di rumah Harun sejak pagi.

“Saya kerumahnya itu sekitar jam 14.00 kurang, sudah melihat bapak Harun terbaring, saya panggil tidak menjawab dan sudah ada aroma tak sedap,” ucap Yanti.

Ia pun segera memanggil adiknya untuk memastikan kondisi Harun. Setelah dicek, mereka mendapati Harun sudah tidak bernyawa.

“Kami melihat pintu terbuka, jadi saya mengajak adik untuk melihat, setelah dilihat sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: