<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Dinas PUPR Bangka Barat Sudah Melakukan Koordinasi Soal Longsor Kampung Ulu

×

Dinas PUPR Bangka Barat Sudah Melakukan Koordinasi Soal Longsor Kampung Ulu

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Tanah longsor akibat gerusan air di Kampung Ulu, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada 29 November 2024 lalu, belum di perbaiki hingga saat ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat, Novianto mengatakan, daerah tersebut merupakan wewenang Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dikatakan Novi pihaknya sudah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak balai terkait kerusakan tersebut. Sementara waktu ini, masyarakat diharapkan dapat bersabar.

“Kita sudah pernah kelapangan dan kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak balai,” ucapnya, via sambungan telepon, Sabtu (1/2/2025).

Diberitakan sebelumnya, Yogi (30) warga Kampung Ulu, Kelurahan Keranggan mengatakan, longsoran tanah itu hingga saat ini belum ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah setempat.

“Longsornya ini pada 29 November lalu. Tindakan sementara tidak ada hanya hadir biasa saja, sempat dijanjikan akan di tangani sementara, menggunakan talut karung,” ucapnya, Sabtu (1/2/2025).

Dikatakan Yogi, sudah 2 bulan berlalu belum ada tindakan. Dia berharap segera ditangani, lantaran khawatir kembali terjadi longsor susulan, karena jarak aliran sungai dari rumah tinggal beberapa meter lagi.

“Sampai sekarang belum ada apa-apa, kami khawatir sampai kerumah, mana kondisi masih musim hujan,” katanya.

Dia mengaku, sudah melaporkan kondisi tanah yang mengalami keretakan kepada sejumlah pihak, dengan harapan segera ditangani.

“Semoga ditangani, karena ditakutkan akan longsor sampai kerumah, sudah semuanya kita kordinasi. Kami ngeluh tapi tidak ada tindakan,” ujarnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: