<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Idulfitri Usai, Harga Cabai Turun tapi Bawang Masih Tinggi

×

Idulfitri Usai, Harga Cabai Turun tapi Bawang Masih Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ketersediaan bawang di pasar Mentok. Foto: Sorotan Bangka.
Ketersediaan bawang di pasar Mentok. Foto: Sorotan Bangka.

BANGKA BARAT – Harga cabai di pasar tradisional Mentok, Kabupaten Bangka Barat mengalami penurunan pasca-Lebaran. Namun, harga bawang merah dan bawang putih masih tinggi karena belum adanya pasokan yang masuk.

Faisal, salah satu pedagang di pasar tersebut, mengatakan harga cabai kecil lokal saat ini berada di angka Rp110.000 per kilogram. Sementara cabai keriting berada di harga normal, yakni Rp50.000 per kilogram.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Pas mau Lebaran tadi sempat di angka Rp150.000, sekarang sudah turun,” ujarnya saat ditemui Selasa (8/4/2025).

Ia menambahkan, dirinya lebih memilih menjual cabai kecil lokal karena lebih diminati pembeli di daerah tersebut dibandingkan cabai dari luar.

“Kalau cabai kecil dari luar itu di sini kurang peminatnya. Sama juga dengan cabai setan, meskipun beda harganya, tapi kurang laku,” jelasnya.

Sementara itu, harga bawang justru mengalami kenaikan. Bawang merah kini dijual seharga Rp60.000 per kilogram dan bawang putih Rp48.000 per kilogram.

“Kalau harga normal, bawang putih itu biasanya Rp42.000–43.000. Sedangkan bawang merah kalau normal palingan Rp35.000 hingga Rp40.000,” ucap Faisal.

Ia menjelaskan, stok kebutuhan pokok yang saat ini dijual masih stok dari sebelum Lebaran. Belum ada pengiriman baru karena masih dalam masa arus balik Lebaran.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: