<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Warga Datangi Gudang Bos AJ Terkait Tambang Timah Keranggan

×

Warga Datangi Gudang Bos AJ Terkait Tambang Timah Keranggan

Sebarkan artikel ini

“Akan lebih maksimal dari Keranggan bila kita lakukan kerjasama dengan pihak ponton. Ini ada pemberitaan buruk tentang kepanitiaan kalau tidak ada bukti sama saja memfitnah saya. Kami minta kepada masyarakat yang tidak setuju akan beroperasi penambangan di perairan laut Keranggan untuk datang kelokasi penambangan guna melihat langsung aktivitas tambang,” katanya.

Ia mengatakan, bila mekanisme pengerjaan dari panitia tidak diterima oleh para penambang kami akan menghentikan penambangan di perairan laut Keranggan berhenti beroperasi.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Yang mengundang ponton untuk berkerja itu kita, kalau tiba-tiba diusir kita memikirkan mereka juga. Kalau cuma ngomong gampang, kalau usir siapa yang akan bertanggungjawab menganti kerugian pemilik ponton yang sudah datang jauh-jauh,” bebernya.

Meski demikian, ia bilang ke depannya akan menata ulang dan memperbaiki sistem kepanitiaan. Memperketat lagi tata kelola penambangan karena di sini sama-sama mencari solusi yang terbaik untuk ke depannya. Dan jangan saling menyalahkan satu sama lain.

“Kalau memang kalian masyarakat melihat ada kecurangan tolong dibantu dan sama-sama ikut menjaga Kami selaku pengelola juga tidak mau timahnya dibawa keluar, maka dari itu kita sama-sama menjaganya jangan smpai timah ada yang dijual ke luar,” katanya.

“Jangan cuma mengandalkan panitia, masyarakat juga harus ikut berpatisipasi. Di sini kami sampaikan yang menjadi preman yang menjarah timah warga kita sendiri, ke depannya apabila pemilik ponton menyuci timah tidak ngelapor akan kami jarah apabila terdapat timah yang tidak dilaporkan,” jelasnya.

Ia mohon kepada masyarakat sebagai panitia minta waktu 3 hari ke depan dalam menata ulang penambangan di Keranggan. Kalau tak ada peningkatan dan perubahan, ia serahkan kepada masyarakat kalau memang harus tutup permanen.

Ia meminta masyarakat untuk turut gabung sama-sama memantau kegiatan di penimbangan agar tidak terjadi salah paham dan kecurigaan. Untuk saat ini, ia harap ponton jangan ada yamg berkerja dulu sebelum ada perintah untuk berkerja.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: