<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Pemkab Babar Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil Jelang Iduladha

×

Pemkab Babar Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil Jelang Iduladha

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Menjelang perayaan Idul Adha 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Tradisional Mentok dan Gudang Sembako, pada Kamis (5/6/2025). Sidak dipimpin Sekretaris Daerah Bangka Barat, Muhammad Soleh bersama TPID.

Hal itu dilakukan Pemkab Bangka Barat sebagai salah satu upaya memantau pergerakan harga dan menjaga stabilitas stok kebutuhan pokok di wilayahnya.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Heru Warsito mengatakan, harga bahan pokok masih relatif aman.

“Untuk bahan pokok ini secara prinsip tidak mengalami kenaikan yang tidak signifikan atau bisa dikatakan dalam kondisi stabil,” kata Heru Warsito.

“Untuk stok kita aman bahkan sampai nanti habis lebaran masih aman. Mari kita jaga sama-sama kondusifitas agar masyarakat tenang,” sambungnya.

Heru Warsito juga menyampaikan sejumlah harga berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan bersama Kasatreskrim Polres Bangka Barat hari ini.

“Harga sapi rata-rata 150 ribu rupiah per kilogram. Ayam 35 Ribu per kilogram kemudian bawang merah 40 ribu rupiah. Kemudian ada yang mengalami penurunan seperti ikan, mungkin menghadapi lebaran masyarakat beralih ke daging,” katanya.

Selanjutnya, ia mengimbau kepada seluruh distributor yang ada di Kabupaten Bangka Barat agar tidak menimbun dan menaikan harga bahan pokok.

“Kami minta distributor tidak melakukan hal-hal yang negatif seperti penimbunan dan lain-lain. Tadi sudah ditegaskan oleh Kasatreskrim bahwa tidak ada penimbunan di sini,” ucapnya.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: