<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Pesan Markus Usai Pelantikan Dekranasda Hingga Pengukuhan Bunda PAUD

×

Pesan Markus Usai Pelantikan Dekranasda Hingga Pengukuhan Bunda PAUD

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ni Komang Widari Hidayat Arsani melantik Ketua Dekranasda Kabupaten Bangka Barat periode 2025-2030, Evi Astura.

Pelantikan berlangsung di Gedung Graha Aparatur Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (31/7/2025).

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain pelantikan Ketua Dekransda, dilakukan pula pengukuhan Bunda PAUD, Pengukuhan dan pelantikan pengurus TP. PKK, Dekranasda, Pokja Bunda PAUD, TP Posyandu dan Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Bangka Barat masa bakti 2025-2030.

Sebagai mitra kerja pemerintah, Ni Komang Widari Hidayat Arsani menyampaikan TP PKK dan TP Posyandu memiliki tanggungjawab untuk mendukung keberhasilan program-program pembangunan.

PKK dan Posyandu memiliki peran yang strategis, khususnya sebagai 2 pilar utama pembangunan dalam upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat Bangka Barat.

“Besar harapan saya seluruh kepengurusan organisasi dapat menjalankan tugas dan amanah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab seperti yang telah disampaikan oleh bapak bupati kita dalam naskah pengukuhan, siap bekerjasama dan memberikan manfaat bagi Bangka Barat,” ujarnya.

“Mohon kerjasamanya, ada bunda-bunda dan bapak-bapak hebat nan luar biasa yang akan menjadi partner kerja saya selama periode 5 tahun kedepan. Semoga kita dapat bergerak bersama, terjun ke masyarakat memberikan kontribusi konkret terdampak bagi kesejahteraan di keluarga maupun masyarakat,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus menyampaikan sejumlah organisasi ini memiliki posisi strategis dalam mendukung visi misi pemerintah daerah, khususnya dalam membina keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, mencetak generasi emas sejak dini, memberdayakan UMKM melalui produk kerajinan lokal, serta menjaga ketahanan sosial di tengah dinamika zaman.

“Saya percaya, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi-organisasi ini, kita mampu menciptakan perubahan yang nyata, dari keluarga yang sehat dan cerdas, umkm yang tangguh dan inovatif, hingga generasi muda yang berkarakter dan siap bersaing di masa depan,” katanya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: