IMG-20251223-WA0179
Bangka Barat

3 Orang Sempat Hilang, Polisi Imbau Nelayan Babar Waspada Cuaca Ekstrem

45
×

3 Orang Sempat Hilang, Polisi Imbau Nelayan Babar Waspada Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Kasat Polairud Polres Babar, Iptu Yudi Lasmono.(Foto/Fierly)
Kasat Polairud Polres Babar, Iptu Yudi Lasmono.(Foto/Fierly)

BANGKA BARAT – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat mengimbau seluruh masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah itu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda perairan Bangka Barat.

Imbauan ini disampaikan menyusul insiden kapal karam yang dialami tiga nelayan di Perairan Pantai Bembang, Kecamatan Jebus, pada Selasa (30/12/2025) kemarin.

Peristiwa tersebut nyaris berujung fatal setelah kapal yang ditumpangi ketiga nelayan tidak mampu menghadapi gelombang tinggi dan cuaca buruk. Beruntung, ketiganya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat berkat upaya pencarian intensif oleh tim gabungan.

Pencarian dilakukan sejak pukul 14.00 WIB hingga malam hari oleh personel Sat Polairud Polres Bangka Barat bersama Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung serta dibantu masyarakat nelayan setempat.

Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono, menyampaikan identitas korban masing-masing Afan (48), warga Dusun Kimjung Desa Puput Kecamatan Parittiga; Marhan (45), warga Dusun Kedondong Desa Tumbak Petar Kecamatan Jebus; serta Agus (35), warga Dusun Ketayu Desa Ketap.

“Ketiga korban berangkat melaut sekitar pukul lima pagi untuk memasang rompong dan memancing. Saat berada di tengah laut, kondisi cuaca memburuk disertai gelombang besar sehingga kapal mengalami kerusakan dan akhirnya karam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 08.30 WIB salah satu korban sempat menghubungi rekan sesama nelayan melalui panggilan video dan melaporkan kondisi darurat yang dialami. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pemerintah desa dan aparat kepolisian untuk segera dilakukan pencarian.

Upaya pencarian terus dilakukan hingga malam hari. Sekitar pukul 18.30 WIB, tim gabungan melihat cahaya senter di tengah perairan. Setelah didekati, cahaya tersebut diketahui berasal dari para korban yang masih bertahan di laut. Ketiganya kemudian dievakuasi dan dibawa ke daratan dalam keadaan sehat dan selamat.

Menurut Iptu Yudi, kuatnya arus laut serta gelombang tinggi akibat musim angin barat menyebabkan kapal korban hanyut hingga mendekati Pulau Kemuja sebelum akhirnya ditemukan.

error: