Sementara di dalam negeri, persiapan penerbangan, embarkasi, dan asrama haji dilakukan melalui sinergi lintas kementerian, maskapai, serta pengelola bandara. Asrama haji disiapkan agar jemaah memperoleh pelayanan yang tertib, aman, dan nyaman sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Selain itu, layanan kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah. “Layanan medis tidak boleh terlewatkan karena kesehatan jemaah adalah prioritas utama kami, baik sebelum keberangkatan, selama di Tanah Suci, maupun saat kepulangan,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Menhaj menegaskan komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan haji 2026 secara profesional.
“Kami berkomitmen melaksanakan penyelenggaraan haji secara transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada pelayanan serta perlindungan jemaah,” pungkasnya.













