BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bakuda Bangka Belitung
Bangka Belitung

Menu Tak Layak, Wakil Ketua DPRD Babel Minta Dapur MBG Sijuk Dihentikan

×

Menu Tak Layak, Wakil Ketua DPRD Babel Minta Dapur MBG Sijuk Dihentikan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Beliadi menerima laporan dari masyarakat penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung terkait kualitas makanan yang disalurkan.

Laporan tersebut menyebutkan menu yang diberikan dinilai jauh dari standar gizi seimbang serta penyajiannya tidak layak karena menggunakan bungkus plastik sederhana.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Keluhan masyarakat itu disampaikan langsung kepada Beliadi saat melakukan komunikasi dengan warga penerima program. Mereka menilai makanan yang diterima tidak mencerminkan konsep gizi yang selama ini disosialisasikan pemerintah, bahkan disebut jauh dari prinsip “4 sehat 5 sempurna”.

Menanggapi laporan tersebut, Beliadi menegaskan pihaknya tidak ingin program yang bertujuan baik justru menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Ia pun meminta agar operasional dapur MBG di Sijuk dihentikan sementara sampai dilakukan evaluasi total dan perbaikan kualitas menu.

“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat bagus tujuannya untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Tapi kalau pelaksanaannya tidak sesuai standar, baik dari segi menu maupun penyajian, tentu harus dihentikan dulu sampai diperbaiki,” tegasnya.

Menurut Beliadi, kualitas makanan dalam program MBG tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa komposisi menu harus memenuhi unsur karbohidrat, protein, sayur, buah, dan nutrisi tambahan lainnya sesuai pedoman gizi seimbang. Selain itu, kebersihan dan kelayakan wadah makanan juga harus menjadi perhatian serius penyelenggara.

Ia menilai penggunaan bungkus plastik sederhana tanpa standar kelayakan justru dapat menurunkan kualitas makanan, baik dari sisi higienitas maupun nilai gizi. Karena itu, ia meminta pihak penyelenggara dapur segera melakukan pembenahan menyeluruh sebelum program kembali dijalankan.

“Jangan sampai program yang menggunakan anggaran negara justru tidak memberikan manfaat maksimal. Masyarakat berhak mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi dan layak konsumsi,” ujarnya.

error: