HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
Bangka Belitung

Tanam 6.000 Pohon, Kapolda Babel: Kita Masih Punya Utang terhadap Lingkungan

×

Tanam 6.000 Pohon, Kapolda Babel: Kita Masih Punya Utang terhadap Lingkungan

Sebarkan artikel ini

BANGKA BELITUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi reklamasi dan penanaman pohon serentak di sejumlah wilayah.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pesisir Pantai Rebo, Kabupaten Bangka, Rabu (8/7/2026), menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya memulihkan lahan bekas tambang.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebanyak 6.000 bibit pohon ditanam secara serentak oleh Polda Bangka Belitung bersama seluruh Polres jajaran di lahan seluas 14 hektare. Khusus di Pantai Rebo, penanaman dilakukan di area seluas tiga hektare dengan total 3.000 bibit yang terdiri dari 2.000 mangrove dan 1.000 cemara laut.

Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian alam sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keseimbangan lingkungan.

“Kegiatan reklamasi dengan penanaman pohon ini merupakan bentuk aksi positif agar alam memberikan reaksi positif kepada kita,” katanya.

Menurutnya, selama bertahun-tahun pemanfaatan sumber daya alam belum sepenuhnya diimbangi dengan upaya pemulihan lingkungan. Karena itu, aksi penanaman pohon menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak kerusakan yang telah terjadi.

“Selama ini banyak pohon yang ditebang, tetapi tidak semuanya diganti dengan penanaman kembali. Artinya kita masih memiliki utang terhadap lingkungan,” sambungnya.

Kapolda menjelaskan, kegiatan tersebut semula direncanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Namun, karena padatnya agenda kepolisian, pelaksanaannya baru dapat dilakukan pada 8 Juli 2026.

Ia menilai Bangka Belitung memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari sektor kelautan, kehutanan, perkebunan hingga pertambangan mineral. Potensi tersebut menjadi penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak merusak lingkungan.

“Pemanfaatan sumber daya alam ini juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan apabila tidak diimbangi dengan upaya pelestarian. Dampaknya bukan hanya terhadap estetika atau pemandangan, tetapi juga terhadap ketahanan ekologi, ketahanan pangan, bahkan keberlangsungan hidup masyarakat Bangka Belitung,” sebutnya.

error: