Ia mengingatkan, jika kondisi ini tidak segera ditangani, potensi risiko yang lebih besar bisa terjadi, termasuk kemungkinan jatuhnya korban akibat runtuhan plafon.
Sebagai penutup, Oktorazsari menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas konstruksi bangunan yang dikerjakan pihak penyedia jasa. Ia meminta Dinas Kesehatan lebih responsif dalam memastikan seluruh pekerjaan sesuai perencanaan agar fasilitas publik benar-benar aman digunakan.
“Konstruksi yang dibangun oleh penyedia jasa, apakah sudah sesuai perencanaan atau belum?, sehingga bangunan dapat dijamin aman dan tidak berpotensi bermasalah di kemudian hari,” tukasnya.














