BANGKA BARAT – Harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mengalami penurunan pada Kamis (11/6/2026). Meski harga bahan pangan seperti cabai besar dan bawang merah turun, kondisi tersebut belum mampu mendorong peningkatan transaksi di tingkat pedagang.
Lesunya aktivitas jual beli disebut masih menjadi keluhan para pedagang. Kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat daya beli konsumen cenderung menurun sehingga berdampak pada perputaran barang di pasar tradisional.
Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Mentok, Boha, mengatakan harga cabai besar saat ini turun dibandingkan beberapa waktu lalu.
“Turun sekarang cabai besar jadi Rp 50 ribu atau turun 10 ribuan,” kata Boha, Kamis (11/6/2026).
Selain cabai besar, harga bawang merah juga mengalami penurunan.
“Bawang merah Rp 40 ribu per kilogram sekarang, jadi turun 5 ribu,” ujarnya.
Menurut Boha, turunnya harga komoditas tersebut tidak serta-merta meningkatkan jumlah pembeli. Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi faktor utama yang memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar.
“Daya beli masyarakat melemah. Faktor ekonomi lah apalagi,” katanya.
Ia mengungkapkan para pedagang kini lebih berhati-hati dalam menambah stok barang karena permintaan pasar yang belum stabil. Ketersediaan pasokan pun disesuaikan dengan kondisi penjualan sehari-hari.
“Pasokan kita terbatas atau pas-pasan. Daya beli masyarakat turun tuh kan penyebabnya. Percuma kita mengambil stok banyak-banyak tidak berguna men yang beli,” ungkapnya.
Para pedagang berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat segera membaik agar aktivitas perdagangan kembali bergairah. Jika situasi seperti saat ini terus berlanjut, mereka khawatir usaha yang dijalankan akan semakin sulit bertahan.
“Kalau begini terus, beratlah tidak harapan lah,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli Lina menyampaikan terpaksa mengurangi jumlah pembelian karena keadaan ekonomi.
“Kondisi sulit gini ya mengurangi lah biarpun harga e turun. Karena kebutuhan lain naik kan misalnya Pertamax atau yang lain. Ditambah kebutuhan anak sekolah bakal ajaran baru. Mudah-mudahan segera membaik,” ujarnya.
















