BELITUNG TIMUR – Seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Feliana 1 dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat kapal sedang beroperasi di perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, Minggu (17/5/2026) pagi. Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Haris Sukhatno (44), warga Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur. Ia diduga terpeleset dan jatuh ke laut saat kapal berada di area pemancingan (fishing ground).
Insiden bermula ketika Kapal Feliana 1 berangkat dari Pelabuhan Rakyat Desa Baru Manggar pada pukul 03.00 WIB. Kapal kemudian tiba di lokasi penangkapan ikan sekitar pukul 05.30 WIB.
Setelah tiba di titik pemancingan, nahkoda mematikan mesin dan membiarkan kapal hanyut mengikuti arus. Saat itu, Haris terlihat berjalan menuju bagian buritan kapal sebelum akhirnya terpeleset dan jatuh ke laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menjelaskan bahwa rekan korban sempat menyaksikan kejadian tersebut dan langsung berupaya melakukan pencarian.
“Bahwa pada pukul 05.30 WIB rekan korban menyampaikan bahwa korban telah terjatuh ke laut. Selanjutnya saksi dan kru kapal segera melakukan pencarian mandiri di sekitar kapal,” ungkap Kepala Kantor SAR Pangkalpinang.
Namun, korban yang terakhir terlihat mengenakan jaket merah tidak lagi tampak di permukaan air. Korban diduga langsung tenggelam dan terseret arus di bawah lambung kapal sesaat setelah jatuh.
Informasi kejadian ini diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang pada pukul 13.46 WIB dari seorang warga bernama Pandi Salim. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Rescue dari Pos SAR Belitung langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Berdasarkan data SAR, posisi terakhir korban atau last known position (LKP) berada di koordinat 04°33’33.06″S 107°54’54.06″E di perairan Selat Karimata.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, antara lain Rescuer Pos SAR Belitung, USS Tanjung Pandan, BPBD Kabupaten Belitung Timur, dan Satpolairud Polres Belitung Timur.















