PANGKALPINANG – Upaya mengatasi kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, terus dilakukan. DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama PT Pertamina menggelar pertemuan koordinasi guna mempercepat penyaluran kembali BBM yang selama ini menjadi kebutuhan penting masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha di wilayah tersebut.
Ketersediaan bahan bakar dinilai sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan dan usaha lokal.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Nasapta bersama anggota Komisi III DPRD Babel, yakni Taufik Rizani, Imelda, dan Dr. Zaril. Sementara dari pihak Pertamina hadir Wicak, Rafi, dan Raka.
Pembahasan difokuskan pada tindak lanjut penghentian penyaluran BBM setelah operasional SPBU khusus nelayan di Desa Tanjung Rusa dihentikan sementara. Penutupan tersebut berkaitan dengan proses penyelidikan yang tengah dilakukan aparat kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan distribusi solar atau BBM bersubsidi.
Dalam forum tersebut, DPRD Babel menegaskan bahwa kebutuhan energi masyarakat tidak boleh terhambat dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat untuk memastikan distribusi BBM kembali berjalan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pihak Pertamina menyatakan kesiapannya untuk kembali menyalurkan BBM kepada masyarakat Membalong. Namun, proses tersebut masih menunggu terbitnya surat rekomendasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Belitung terkait pengalihan titik penyaluran sementara.
Sebagai tindak lanjut, peserta rapat melakukan komunikasi langsung dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarco, guna mempercepat proses administrasi yang dibutuhkan agar distribusi BBM dapat segera direalisasikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan kebutuhan administrasi tersebut. Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari DPRD Babel sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penyelesaian persoalan distribusi BBM di wilayah Membalong.















