Bupati berharap, pelaksanaan Taber Laot tidak hanya menjadi agenda pelestarian adat, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
“Kami berharap tradisi ini terus berkembang, tidak hanya menguatkan sektor budaya, tetapi juga mendorong kemajuan pariwisata, UMKM, serta industri kecil berbasis kelautan di Bangka Barat,” kata Markus.
Menutup sambutannya, Markus menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Rambat yang hingga kini tetap konsisten mempertahankan tradisi Sedekah Adat Taber Laot sebagai bagian dari identitas daerah. Ia berharap semangat gotong royong, kecintaan terhadap budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan terus diwariskan kepada generasi muda sehingga tradisi tersebut tetap lestari dan mampu menjadi kebanggaan Bangka Barat di masa mendatang.
Pelaksanaan Taber Laot diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan warisan budaya leluhur, tetapi juga menjadi kekuatan dalam memperkenalkan potensi wisata budaya Bangka Barat ke tingkat yang lebih luas sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
















