BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bersama PDAM mengambil langkah cepat menghadapi ancaman kekeringan dengan mengusulkan pengerukan Kolong Menjelang dan Kolong Argo Tirto kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Pangkalpinang Wilayah Bangka Belitung.
Pj Sekda Bangka Barat, Abimanyu, mengatakan kondisi kedua sumber air tersebut menjadi perhatian serius. Kolong Menjelang mengalami sedimentasi tinggi dengan stok air yang semakin menipis, sedangkan Kolong Argo Tirto sudah dalam kondisi kering.
“Yang pertama memang saat ini kondisi Kolong Menjelang. Kondisi Kolong Menjelang itu memang sedimentasinya tinggi dan air pun tinggal sedikitlah untuk stoknya. Kemudian Kolong Argo Tirto. Kolong Argo Tirto itu sudah kering,” katanya, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, pengajuan pengerukan Kolong Menjelang telah mendapat respons dari BWS. Tim teknis bahkan sudah melakukan survei dan pengerukan ditargetkan segera dilaksanakan.
“Alhamdulillah untuk Kolong Menjelang kemarin mereka sudah survei. Mereka sudah survei dan akan segera dilakukan pengerukan,” ujarnya.
Sementara untuk Kolong Argo Tirto, Pemkab Bangka Barat telah melengkapi pengajuan dengan SK Bupati tentang Siaga Kekeringan. Abimanyu menyebut dokumen tersebut sudah tersedia karena pada Juli lalu pemerintah daerah menerbitkan SK Siaga Kekeringan dan Karhutla.
“Dan memang kebetulan kita di bulan Juli itu sudah menerbitkan SK Siaga Kekeringan dan Karhutla. Jadi sinkronlah,” katanya.
Abimanyu menjelaskan, pengerukan dilakukan untuk memperdalam kolong sehingga kapasitas tampungan air meningkat. Dengan begitu, ketika musim hujan kembali tiba, sumber air tersebut dapat menampung volume air yang lebih besar.
“Ke depannya artinya ketika itu dikeruk, tampungan air itu akan lebih besar sehingga bisa menampung air juga dengan volume lebih besar,” ucapnya.
Pemkab Bangka Barat berharap pengerukan dapat rampung pada Oktober sehingga peningkatan debit air saat hujan turun dapat langsung dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan air.
“Nah, mudah-mudahanlah untuk bulan Oktober ini mudah-mudahan pengerukan itu sudah selesai. Sehingga nanti ketika hujan mulai turun ataupun sungai di sebelah Kolong Menjelang itu sudah mulai dialiri lagi, air yang masuk itu volumenya menjadi lebih banyak,” tuturnya.















