BANGKA BARAT– Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka Barat menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah bersama masyarakat untuk memperkuat ikhtiar menghadapi kemarau, sekaligus memanjatkan doa agar hujan segera turun.
Salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan melalui pelaksanaan sholat Istisqa yang berlangsung halaman Kantor Bupati Bangka Barat,pada Selasa (15/9/2026). Dalam kesempatan itu juga terdapat ceramah dari Kyai Zumrowi.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan, pertanian, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, mengajak masyarakat untuk tidak hanya melakukan berbagai langkah teknis dalam menghadapi kekeringan, tetapi juga meningkatkan doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Pelaksanaan sholat Istisqa momentum memperkuat kebersamaan, dalam menghadapi kondisi alam,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi untuk mengantisipasi dampak kekeringan, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, Yus mengingatkan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau. Menurutnya, persoalan kekeringan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan dukungan masyarakat.
“Karena itu, selain terus melakukan berbagai upaya dan ikhtiar, mari kita bersama-sama memohon pertolongan kepada Allah SWT. Semoga doa kita dikabulkan, hujan segera diturunkan, dan menjadi rahmat serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Bangka Barat,” ujarnya.














