IMG-20260926-WA0062
Bangka Barat

Warga Binaan Rutan Mentok Dibekali Keahlian Pemulasaraan Jenazah, Disiapkan Kembali Berkontribusi di Masyarakat

×

Warga Binaan Rutan Mentok Dibekali Keahlian Pemulasaraan Jenazah, Disiapkan Kembali Berkontribusi di Masyarakat

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Pembinaan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mentok, Bangka Barat, tidak hanya diarahkan pada pembentukan sikap dan kedisiplinan. Mereka juga diberikan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Salah satu keterampilan yang diberikan yakni pelatihan pemulasaraan jenazah. Program tersebut dirancang agar warga binaan memiliki kemampuan praktis yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat, termasuk ketika mereka telah menyelesaikan masa pembinaan di Rutan Mentok.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Fierly, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan bekal keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, keahlian pemulasaraan jenazah memiliki nilai sosial karena dapat langsung dimanfaatkan oleh warga binaan ketika nantinya kembali ke lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Tujuannya supaya warga binaan yang kita bina di Rutan Mentok ini mempunyai keahlian pemulasaraan jenazah, sehingga nanti bisa langsung dipraktikkan dan bermanfaat bagi masyarakat umum maupun lingkungan tempat tinggal mereka,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Pelatihan tersebut juga memiliki tujuan lebih luas, yakni membantu warga binaan membangun kembali kepercayaan diri setelah menjalani proses hukum dan pembinaan.

Andri menjelaskan, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi salah satu jalan bagi mantan warga binaan untuk kembali berbuat baik dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.

“Ini juga menjadi wadah bagi mereka untuk menghilangkan rasa malu atau minder. Ketika sudah kembali ke masyarakat, mereka bisa berbuat baik lagi dan mengembalikan harkat dan martabat dirinya maupun keluarganya,” katanya.

Program pelatihan pemulasaraan jenazah tersebut tidak hanya diberikan kepada kelompok warga binaan tertentu. Seluruh warga binaan ditargetkan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan secara bertahap.

Pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa gelombang atau angkatan dengan sistem kurikulum, sehingga pembinaan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.

error: