Karena itu, pengelolaan penyakit jantung memerlukan penanganan berkelanjutan, termasuk pengendalian faktor risiko, deteksi dini, diagnosis, tindakan medis hingga pemantauan kesehatan pasien.
Hospital Director Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, S.Kep., M.M., FISQua., mengatakan forum ilmiah seperti ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan pertukaran pengalaman antardokter dalam menghadapi kasus-kasus medis yang semakin kompleks.
“Dalam praktik klinis, kita semakin sering menghadapi pasien dengan kondisi yang kompleks dan melibatkan lebih dari satu faktor risiko maupun penyakit penyerta. Melalui simposium ini, kami berharap para dokter dapat saling bertukar perspektif dan semakin memperkuat koordinasi klinis untuk mendukung pengambilan keputusan medis yang tepat sesuai kebutuhan setiap pasien,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Cardiology Symposium 2026, Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang berharap penguatan kompetensi tenaga medis dan kerja sama lintas spesialisasi dapat terus berkembang. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan kardiovaskular bagi masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, dan daerah sekitarnya.















