<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Kodim 0431/Babar Tanam Jagung di Jebus Dukung Ketahanan Pangan

×

Kodim 0431/Babar Tanam Jagung di Jebus Dukung Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Penanaman jagung di Desa Mislak. Foto: Ist.
Penanaman jagung di Desa Mislak. Foto: Ist.

BANGKA BARAT – Dalam upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional, Koramil 431-01/Jebus Kodim 0431/Bangka Barat turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman jagung serempak kuartal IV tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (26/10/2025).

Pelda Jumadi, selaku Bati Tuud Koramil 431-01/Jebus, mewakili Koramil dalam kegiatan tersebut. Penanaman dilakukan di lahan seluas setengah hektare sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan di wilayah binaan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan yang berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan bagi masyarakat desa,” ucapnya.

Kegiatan penanaman jagung tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur terkait, antara lain perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Barat Ariyanto, Kapolsek Jebus Kompol Fatah Meilana, Ketua BPP Jebus Siti Aulia Fatimah, Kepala Desa Mislak Yusir Au, Bhabinkamtibmas Mislak Brigpol Sandi, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Jebus dan warga Desa Mislak sebanyak 15 orang.

Penanaman jagung dilakukan secara simbolis dan dilanjutkan dengan kerja bersama di lahan yang telah disiapkan. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan gotong royong, mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dan berjalan dengan aman serta lancar.

Dengan adanya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan produksi pertanian khususnya jagung di wilayah Jebus dapat meningkat dan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kabupaten Bangka Barat.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: