<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

Markus Bakal Rotasi Pejabat Eselon III dan IV, Pelantikan Digelar Pekan Depan

×

Markus Bakal Rotasi Pejabat Eselon III dan IV, Pelantikan Digelar Pekan Depan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bangka Barat, Markus. Foto: Rizki Ramadhani
Bupati Bangka Barat, Markus. Foto: Rizki Ramadhani

BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat, Markus, memastikan akan melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran terhadap pegawai negeri sipil (PNS) eselon III dan IV. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan visi dan misi pasangan Maknyus dapat berjalan optimal di seluruh lini pemerintahan.

Markus menyampaikan, pelantikan dijadwalkan berlangsung pada pekan depan dan akan dilakukan secara serentak, bersamaan dengan pelantikan lima Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang proses lelang jabatannya telah rampung.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hal ini disampaikan Markus saat dijumpai awak media di kantornya, pada Rabu (24/12/2025) siang.

“Kita akan melakukan mutasi dan pergeseran pegawai. Harapan saya, di akhir tahun ini sudah terlaksana mutasi eselon III dan IV, sekaligus pelantikan Kepala OPD,” ujarnya

Ia menjelaskan, pelantikan sengaja digelar pada penghujung tahun 2025 agar seluruh pejabat yang dilantik memiliki waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja baru sebelum memasuki tahun 2026.

“Supaya saat masuk tahun baru mereka sudah tahu posisi masing-masing dan bisa langsung bekerja maksimal. Pelantikannya akan kita lakukan serentak dengan eselon lainnya,” ujarnya.

Seiring dengan agenda tersebut, Markus juga mengimbau seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat agar tidak mengambil cuti, kecuali dalam kondisi yang benar-benar mendesak.

Bahkan, Markus menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi pejabat yang tidak hadir saat pelantikan tanpa alasan yang sah.

“Nanti kalau sudah diundang tetapi yang bersangkutan tidak hadir, artinya non job. Karena sudah saya imbau dua kali. Mereka harus memahami hal ini, sebab saya sudah menyampaikan sejak awal,” tuturnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: