BANGKA BARAT – Aktivitas penambangan timah kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Bangka Barat. Seorang pekerja tambang timah inkonvensional (TI) jenis selam dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami kram saat melakukan penyelaman di Perairan Keranggan dan Tembelok, Kecamatan Mentok, Minggu (28/6/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Rasid (40), warga Simpang Mentigi, Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 01.20 WIB ketika korban bersama sejumlah rekannya sedang melakukan aktivitas penambangan pasir timah di dasar laut.

Warga setempat yang enggan disebutkan namanya dan hanya ingin ditulis dengan inisial OT membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Benar, korban merupakan warga Teluk Limau. Informasinya korban diduga mengalami kram saat menyelam sehingga tidak bisa naik ke permukaan. Biar ga ketahuan jenazahnya langsung dibawa ke Parit,” ujar OT.
OT menambahkan, saat kejadian korban melakukan penyelaman menggunakan peralatan TI Selam di kedalaman sekitar 15 meter untuk mengambil pasir timah.
Diduga saat berada di dasar laut, korban mengalami kram sehingga tidak mampu kembali ke permukaan. Rekan-rekan korban yang berada di atas ponton semula tidak mengetahui kondisi tersebut karena korban masih berada di bawah laut.
“Setelah sekitar 30 menit korban tidak juga muncul ke permukaan seperti biasanya, rekan-rekan mulai merasa curiga. Mereka berupaya memberikan kode dengan menarik selang kompresor beberapa kali, namun tidak mendapat respons,” ujarnya.
Melihat situasi itu, salah seorang rekan korban kemudian turun ke dasar laut untuk melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dasar laut.
“Korban kemudian dievakuasi ke atas ponton dengan bantuan para penambang lainnya. Namun setelah berhasil diangkat ke permukaan, korban telah meninggal dunia,” ujarnya.
OT menjelaskan, selama ini ada bos pihak yang menjadi mengambil timah dari Perairan Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok.
















