BANGKA BARAT – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak kembali mencuat di Kabupaten Bangka Barat. Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya), ditemukan setelah tiga hari tidak diketahui keberadaannya dan diduga mengalami penyekapan serta kekerasan seksual oleh pacarnya sendiri.
Korban ditemukan di kediaman orang tua terduga pelaku di wilayah Belinyu pada Jumat (14/8/2026). Saat ditemukan, korban disebut mengalami tekanan psikologis hingga sempat meminta untuk dinikahkan dengan pria yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya.
Terduga pelaku berinisial G (23), warga Kecamatan Belinyu, kemudian diamankan keluarga korban dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangka Barat selanjutnya menangani perkara tersebut.
“Kami tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelaku kejahatan seksual, terlebih yang korbannya adalah anak di bawah umur. Kasus ini menjadi perhatian serius kami di Unit PPA,” tegas Kasatreskrim Polres Bangka Barat, AKP Raja Taufik Ikrar Bintani melalui Kanit PPA, Aipda Feri Djohansyah, Senin (24/8/2026).
Peristiwa tersebut bermula pada Rabu malam, 12 Agustus 2026. Saat itu, Mawar pergi dari rumahnya di Kecamatan Jebus tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Karena khawatir anaknya belum pulang hingga larut malam, ibu korban berusaha menghubungi ponsel Mawar sekitar pukul 23.00 WIB. Panggilan tersebut justru diangkat oleh G.
Kepada ibu korban, G mengaku sedang mengajak Mawar makan di sebuah warung di desa tetangga dan menyampaikan akan mengantarkan remaja tersebut pulang. Namun, setelah komunikasi itu berakhir, telepon Mawar tidak lagi dapat dihubungi.
Keluarga kemudian melakukan pencarian hingga Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, tetapi belum menemukan keberadaan korban. Pencarian terus dilakukan sampai akhirnya pada Jumat (14/8/2026), keluarga menelusuri keberadaan G hingga ke rumah orang tuanya di Belinyu.
Di lokasi tersebut, Mawar akhirnya ditemukan. Kondisi psikologis korban membuat keluarga semakin curiga setelah remaja tersebut sempat menolak untuk dibawa pulang dan justru meminta agar dirinya dinikahkan dengan G.
















