BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai menyalurkan bantuan kepada warga Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, yang terdampak kebakaran. Bantuan diberikan setelah tim TAGANA dan PSM melakukan asesmen langsung di lokasi.
Kabid Linjamdayasos Bangka Barat, Wahyudi Saputra, mengatakan bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.
Sebanyak lima kasur disalurkan, yakni tiga untuk Pak Yarman dan dua untuk Pak Sumin. Selain itu, warga menerima tujuh selimut, dua paket sembako atau MBG, dua paket sandang, dua terpal dan dua family kit.
“Bantuan telah diserahkan pada pagi hari dan langsung bergerak ke lokasi. Distribusi bantuan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga,” ujar Wahyudi.
Untuk perbaikan rumah, pemerintah belum dapat memberikan bantuan secara langsung karena kebakaran tersebut masuk kategori bencana sosial. Berbeda dengan bencana alam seperti banjir atau angin puting beliung yang memiliki mekanisme penanganan melalui OPD terkait.
Sebagai solusi, pemerintah akan mengupayakan pengajuan proposal berdasarkan usulan Kepala Desa untuk mendapatkan dukungan CSR perusahaan perkebunan sawit di wilayah Ring 1.
“Karena merupakan bencana sosial, bantuan perbaikan atau pembangunan rumah belum bisa diberikan secara langsung,” kata Wahyudi.
Saat ini penanganan warga terdampak menggunakan skema cost-sharing yang bersumber dari APBD, APBN melalui Kementerian Sosial, serta CSR perusahaan.
Pemerintah berharap skema tersebut dapat membuka jalan bagi pemulihan tempat tinggal warga yang rumahnya terdampak kebakaran.














