<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

271 Siswa SMP Negeri 1 Simpang Teritip Khatam Al-Quran, Sukirman: Jadikan Pedoman Hidup

×

271 Siswa SMP Negeri 1 Simpang Teritip Khatam Al-Quran, Sukirman: Jadikan Pedoman Hidup

Sebarkan artikel ini
Bupati Babar Sukirman ikuti kegiatan Khatam al-Quran di SMP Negeri 1 Simpang Teritip, Bangka Barat, Sabtu (24/2/2024) pagi.
Bupati Babar Sukirman ikuti kegiatan Khatam al-Quran di SMP Negeri 1 Simpang Teritip, Bangka Barat, Sabtu (24/2/2024) pagi.

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Sebanyak 271 murid terdiri 153 perempuan dan 118 laki-laki mengikuti Khatam Al-Quran yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 1 Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (24/2/2024) pagi. Khatam Al-Quran yang ke-7 tahun ini dihadiri Bupati Bangka Barat, Sukirman.

Dalam arahanya, Sukirman mengatakan kendati sudah berkhatam, harus terus mempelajari Al-Quran. Orang nomor satu di Bangka Barat ini berharap setelah tuntas membaca 30 juz, anak-anak yang berkhatam dapat menjadi hafiz dan hafizah.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten
Bupati Babar Sukirman ikuti kegiatan Khatam al-Quran di SMP Negeri 1 Simpang Teritip, Bangka Barat, Sabtu (24/2/2024) pagi.
Bupati Babar Sukirman ikuti kegiatan Khatam al-Quran di SMP Negeri 1 Simpang Teritip, Bangka Barat, Sabtu (24/2/2024) pagi.

Namun, yang terpenting tambahnya menginginkan anak-anak harus mengedepankan al-Quran sebagai pedoman hidup sehari-hari.

“Mudah-mudahan, setelah ini anak-anak akan menjadi hafiz dan hafizah di masa depan. Mereka sebentar lagi masuk SMA, tapi di umur segini pendalaman agamanya sudah bagu. Ini akan menjadi pedoman atau pegangan perilaku yang baik Insya Allah,” kata Sukirman.

Sukirman menuturkan, pemerintah akan berupaya membantu sejumlah al-Quran yang memiliki terjemahan, agar siswa-siswi SMP Negeri 1 Simpang Teritip bisa mengembangkan ilmu kerohanian.

“Ya, nanti (diupayakan) insya Allah saat Safari Ramadhan. Kita akan bawa itu, karena permintaan Kepala Sekolah dan anak-anak di sini. Mereka menginginkan sekali dengan adanya al-Quran yang dilengkapi dengan terjemahannya,” tuturnya. (*)

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: