<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratBlog

Penjualan Tembus 497 Dus per Bulan, Produksi Air Minum Tirta Menumbing Terus Meningkat

×

Penjualan Tembus 497 Dus per Bulan, Produksi Air Minum Tirta Menumbing Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini
Air minum kemasan botol 330 ml yang diproduksi Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) Kabupaten Bangka Barat (Babar).
Air minum kemasan botol 330 ml yang diproduksi Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) Kabupaten Bangka Barat (Babar).

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM — Air minum kemasan botol 330 ml, yang di produksi Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan merek Tirta Menumbing terus mengalami peningkatan.

General Manager Air Minum Tirta Menumbing, Husainiy mengatakan, sejak launching Juni 2023 lalu, tidak hanya produksinya, jumlah penjualan air minum bersumber dari Bukit Menumbing itu pun juga meningkat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten
Husaini General Manager Air Minum Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) Kabupaten Bangka Barat (Babar).
Husaini General Manager Air Minum Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) Kabupaten Bangka Barat (Babar).

“Itu di awal Juni 2023 kami memasarkan sekitar 137 dus. Dan akhir Desember tadi berhasil memasarkan 480 dus. Jadi rata-rata pemasaran sekitar 494 dus per bulan. Sekarang produksi per hari 40 sampai 60 dus,” katanya, Selasa (27/2/2024).

Selain di lingkungan instansi pemerintah, Air minum Tirta Sejiran Setason saat ini sudah dijual ke toko-toko, terutama di wilayah Kecamatan Mentok.

“Instansi pemerintah arahan Pak Bupati Bangka Barat (Sukirman) wajib mengkonsumsi air kita, dapat dibeli di kantor. Kita juga masuk ke toko-toko. Kalau melihat pemasaran enam bulan terakhir itu alhamdulillah lumayan laku,” ujarnya.

Meskipun produk air minum kemasan botol banyak kompetitornya, terutama dengan merek-merek terkenal, Husainiy mengatakan hal itu tidak menjadi masalah, lantaran kualitas Tirta Menumbing sudah siap bersaing.

“Memang banyak kompetitor tapi kita kan bersaing di kualitas. Kualitas kita terus kita uji rutin per seminggu sekali kita uji. Jadi untuk menjaga air kemasan Tirta Menumbing ini tetap layak dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

Kemudian dikatakan Husainiy, Tirta Menumbing kemasan botol 330 ml harganya lebih murah dibanding produk lain dengan kemasan yang sama.

“Yang botol per dus harganya 38 ribu Kalau beli di kantor Perumdam itu 36 ribu Lebih murah dari yang lain. Yang lain ada yang 48 ribu ada yang 45 ribu, pomosi kita mobil keliling dan spanduk-spanduk,” katanya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: