<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratHeadlineViral

Oknum Satpam Pelabuhan Tanjung Kalian Diringkus Polisi, PT ASDP Cabang Bangka Bungkam

×

Oknum Satpam Pelabuhan Tanjung Kalian Diringkus Polisi, PT ASDP Cabang Bangka Bungkam

Sebarkan artikel ini
Pelabuhan Tanjung Kalian, PT ASDP Cabang Bangka. (Foto/Fierly)
Pelabuhan Tanjung Kalian, PT ASDP Cabang Bangka. (Foto/Fierly)

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM –Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Pelabuhan Tanjung Kalian yang dikelola oleh PT ASDP Cabang Bangka, dimana seorang satpam yang bertugas di pelabuhan tersebut ditangkap oleh pihak kepolisian lantaran diduga sebagai calo tiket kapal, pada Sabtu (06/04/2024) malam.

Meski Imbauan demi imbauan sudah berulang kali disuarakan, baik dari level Kapolsek Mentok, serta Kapolres Bangka Barat, hingga Kapolda Provinsi Bangka Belitung turut memberikan atensi dan langkah tegas terkait praktik calo yang merugikan pemudik.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kendati demikian, dari total enam orang calo yang berhasil diringkus pihak kepolisian, justru satu diantaranya adalah satpam yang bertugas di Pelabuhan ASDP Tanjung Kalian.

Oknum satpam tersebut diketahui berinisial AL (29), dirinya mengaku sudah beberapa kali melancarkan aksinya, ia mulai melakukan praktik tersebut sejak diberlakukan penjualan tiket kapal penyebrangan secara online.

“Saya benar satpam di ASDP, kurang lebih (dinas) satu tahun asli dari Palembang. Sejak dilakukan pembayaran tiket online, kita tidak pernah menawarkan cuman justru kita dihubungi dan meminta kita bantu beli. Harga tiket kan Rp,1 juta lebih terserah orang mau memberikan berapa, ada yang 50 ribu ada yang kasih 100 ribu, tidak mematok,” ujar AL, saat ditemui awak media di Mapolres Bangka Barat.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Babar, AKP Ecky Widi Prawira mengimbau kepada masyarakat yang hendak mudik di Pelabuhan Tanjung Kalian untuk tidak mudah percaya dengan oknum yang menawarkan jasa penjualan tiket online.

Dirinya juga berharap pihak PT ASDP Cabang Bangka untuk lebih gencar lagi melakukan sosialisasi terkait tata cara pembelian tiket online di Pelabuhan Tanjung Kalian.

“Pesan kepada masyarakat, intinya jangan percaya dengan oknum yang menawarkan jasa, apalagi terkait tiket online ini. Sosialisasinya kan masih kurang, kami harapkan dari pihak ASDP lebih gencar lagi melakukan sosialisasi terkait itu (tiket online), kan sistemnya dari mereka, jadi cuma mereka yang paham” ujar Kasatreskrim Polres Babar, AKP Ecky Widi Prawira, pada Minggu (07/04/2024).

Ketika tim sorotanbangka.com berusaha menghubungi pihak PT ASDP Cabang Bangka, guna mendapatkan informasi lebih lanjut terkait oknum satpam pelabuhan Tanjung Kalian yang menjadi calo, pihak PT ASDP Cabang Bangka justru memilih untuk bungkam.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: