<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Soal ODGJ yang Serang Warga, Achmad Nursyandi: Sudah 3 Hari Tidak Minum Obat

×

Soal ODGJ yang Serang Warga, Achmad Nursyandi: Sudah 3 Hari Tidak Minum Obat

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, langsung mendatangi kediaman orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menyerang warga, pada Selasa (6/8/2024).

Kepala Dinsos PMD Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursyandi mengatakan ODGJ berinisial MR yang menyerang warga itu, tidak minum obat selama 3 hari, sehingga tidak terkontrol.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kalau ODGJ yang tadi itu sudah kita lakukan assessment, sudah kita datangi keluarganya. Begitu dapat laporan kita langsung turun ke rumah,” ucapnya, Selasa (6/8/2024) sore.

“Jadi memang ODGJ tadi itu lepas minum obatnya, jadi sudah 3 hari tidak minum obat. Dia itu seharusnya ODGJ yang rutin minum obat setiap hari,” kata Achmad Nursyandi.

Dikatakan Nursyandi, pihaknya tadi berencana membawa MR ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk dilakukan rehabilitasi. Namun pihak keluarga MR meminta untuk minum obat saja.

“Iya, hampir kita bawa (rsj) tapi pas diskusi dengan pihak keluarga, sepakat lanjut minum obat lagi, karena obatnya masih ada di rumah,” ucapnya.

Menurut Achmad Nursyandi, peran keluarga sangat dibutuhkan untuk memastikan apakah ODGJ sudah minum obat, serta pengawasan saat berada diluar rumah.

“Untuk ODGJ yang minum obat peran keluarga sangat penting, untuk mengawasi supaya minum obat rutin, kalau dia minum obat, relatif bisa terkontrol dia. Ini yang jadi masalahnya ketika dia tidak mengkonsumsi obat, dia akan kumat. Apalagi sampai lepas dari rumah,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Nasib malang dialami Rizki (27) seorang pemuda di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lantaran diserang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pada Selasa (6/8/2024).

Dirinya ditinju ODGJ berinisial MR sebanyak dua kali dibagian wajah, saat sedang asyik bermain game bersama teman-temannya di salah satu warung kopi, sekitar pukul 11.40 WIB.

“Jadi dia itu tiba-tiba berjalan ke arah saya lalu memukul dua kali di bagian pelipis dan pipi sebelah kanan. Saat itu saya dengan bermain game, terkejut lah saya,” ucap Rizki kepada awak media.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: