<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Pimpinan Definitif DPRD Kabupaten Babar Periode 2024-2029 Dilantik, Badri Samsu Jabat Ketua

×

Pimpinan Definitif DPRD Kabupaten Babar Periode 2024-2029 Dilantik, Badri Samsu Jabat Ketua

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Pimpinan DPRD Kabupaten Bangka Barat defenitif periode 2024-2029 resmi dilantik setelah dilakukan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Kepala Pengadilan Negeri Mentok, Iwan Gunawan, Senin (28/10/2024).

Adapun yang dilantik yakni sebagai ketua adalah Badri Samsu, kemudian Wakil Ketua dijabat Oktorazsari dari dari Gerindra. Sedangkan Wakil Ketua II DPRD Bangka Barat dijabat Samsir dari PKS.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ketua DPRD Bangka Barat, Badri Samsu mengatakan setelah dilantik menjadi ketua definitif, tahapan selanjutnya anggota dewan akan membentuk alat kelengkapan dewan (AKD).

“Yang jelas setelah pelantikan pimpinan definitif DPRD, kami dari DPRD akan memparipurnakan fraksi kemudian akan membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD),” ujar Badri, usai dilantik.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Bangka Barat atas kepercayaan yang diberikan kepada kami.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bangka Barat yang sudah memberikan amanah dan kepercayaan kepada kami,”imbuhnya.

Badri juga meminta agar bisa bekerja dengan baik dalam mengemban DPRD Kabupaten Bangka Barat.

“Kami mohon doa dan dukungan agar kami bisa bekerja dengan baik dan dapat mengembangkan tugas ini dengan sebaik-baiknya untuk Bangka Barat kedepannya,” tuturnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: