<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Polisi Siap Amankan Jaringan Listrik Bawah Laut Sumatera-Bangka di Tanjung Kalian

×

Polisi Siap Amankan Jaringan Listrik Bawah Laut Sumatera-Bangka di Tanjung Kalian

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Wakapolres Bangka Barat, Kompol Iman Teguh Prasetyo siap mengerahkan personelnya untuk mengamankan kabel bawah laut line ketiga (Sirkit III) jaringan interkoneksi Sumatra-Bangka.

Diketahui, kabel bawah laut sepanjang 36 kilometer tersebut terpasang dari Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ke landing point yang terletak di perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kabel listrik bawah laut terpanjang di Indonesia tersebut merupakan sarana untuk menyuplai pasokan listrik di Bangka.

“Kita akan melaksanakan patroli secara rutin di wilayah perlintasan kabel listrik bawah laut ini bersama Pos Angkatan Laut dan PLN,” ujarnya, Jumat (8/11/2024).

Selain itu, Iman Teguh Prasetyo juga menyoroti adanya aktivitas tambang timah illegal yang ada di sekitar perairan Tembelok. Ia menilai aktivitas tersebut akan mengganggu kabel bawah laut milik PLN.

“Aktivitas tambang dalam hal ini sangat mengganggu karena di situ ada perlintasan kabel bawah laut,” tuturnya.

Oleh karena itu, Iman mengatakan segera menindaklanjuti untuk memberikan imbauan baik ke masyarakat nelayan maupun penambang.

“Kita minta tidak melakukan aktivitas sejauh 500 meter dari perlintasan kabel listrik bawah laut. Kita sifatnya preventif dahulu, melakukan imbauan dan patroli terlebih dahulu,” tuturnya.

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: