<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokalNews

Dihantam Badai, Polisi Cari Kapal yang Tenggelam di Perairan Jerangkat

×

Dihantam Badai, Polisi Cari Kapal yang Tenggelam di Perairan Jerangkat

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Satpolairud Polres Bangka Barat saat ini masih berusaha mencari kapal yang tenggelam dihantam badai di sekitar perairan Pantai Jerangkat, Kecamatan Jebus, pada Sabtu (7/12/2024) lalu

Dari insiden yang tersebut, seorang warga atas nama Yusri alias Yus (48) meninggal dunia dan jasadnya ditemukan di pesisir Pantai Jerangkat, pada Senin (9/12/2024) kemarin.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kami bersama masyarakat mencari titik tempat kapal ataupun korban saat dihantam badai. Kapal dan korban di perairan yang sama, jadi sementara ini kapalnya masih kita cari tapi belum dapat, karena situasi badai dan arus yang kencang,” ujar Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono, Selasa (10/12/2024).

“Kami terus mencari (kapal), sedangkan untuk pontonnya sudah kami tarik dan sudah diambil pemiliknya,” tambahnya.

Sedangkan untuk rekan korban atas nama Karim (45) warga Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Yudi Lasmono menyampaikan yang bersangkutan ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kondisi rekan sehat tidak ada luka ataupun sakit lainnya, karena sempat saat kejadian temannya ini menyelamatkan diri di ponton dan berlindung di situ. Sedangkan nakhodanya (korban) ini bersama dengan kapalnya tenggelam,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, identitas mayat pria yang ditemukan di pesisir Pantai Jerangkat, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (9/12/2024) akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Yusri alias Yus, yang berdomisili di Tanjung Gudang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono mengatakan, pria berusia 48 tahun tersebut diduga merupakan korban dari insiden kapal tenggelam.

“Pada Jum’at 6 Desember sekira pukul 13.00 WIB, korban bersama temannya 1 orang menarik 4 unit ponton menggunakan perahu kayu dari perairan Teluk Limau ke Mentok. Di tengah perjalanan (saat berada) pantai Jerangkat perahu korban tenggelam terkena badai,” ujarnya.

Yudi Lasmono menambahkan, rekan korban yang diketahui bernama Karim berhasil selamat. Sedangkan jenazah Yusri telah dievakuasi ke RSBT Parittiga.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: