<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

TMMD ke-123, Kodim 0431/Bangka Barat Bangun Aula Sekolah

×

TMMD ke-123, Kodim 0431/Bangka Barat Bangun Aula Sekolah

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 yang dilaksanakan oleh Kodim 0431/Bangka Barat untuk membantu SMP 3 Parittiga membangun aula dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke – 123.

Ada pun beberapa Tenaga kerja TMMD KE – 123 Kodim 0431/Bangka Barat Anggota Yonif 147/KGJ 9 Orang, Anggota Yonzipur 2 /SG 6 Orang Tukang Sipil 2 Orang Pekerjaan yang di kerjakan Pemasangan batu pondasi dan perakitan besi cor Aula Type 8.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dansatgas TMMD KE -123 Letkol Inf Kemas Muhammad Nauval mengatakan, Pendidikan adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa, Oleh karena itu, pembangunan gedung atau aula sekolah SMP 3 Parittiga merupakan langkah positif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Kegiatan TMMD KE – 123 Dalam upaya mendukung dunia pendidikan di wilayahnya, Komandan Distrik Militer (Dandim) mengatakan pembangunan gedung atau aula sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan bagi siswa dan guru.

Secara umum, Dandim berperan aktif dalam mendukung pembangunan aula sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas yang tersedia bagi siswa/siswi

Dengan fasilitas yang memadai, para siswa dan guru dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan maksimal. Sebuah aula yang memadai juga memungkinkan sekolah untuk mengadakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, acara keagamaan, pertemuan, dan kegiatan lain yang mendukung pembentukan karakter siswa,” ujar Dandim dalam keterangannya.

Pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan TNI dalam mewujudkan pembangunan gedung atau aula sekolah. Dalam beberapa kesempatan, TNI melalui program seperti TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) juga turut berperan dalam pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil dan kurang berkembang.

“TNI selalu siap membantu dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan agar fasilitas pendidikan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Kami berharap pembangunan gedung atau aula sekolah ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat aktivitas yang dapat mempererat hubungan sosial antarwarga sekolah dan masyarakat sekitar,” Pungkasnya
Sumber Pendim 0431/Bangka Barat

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: