<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Satgas Pangan Babar Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil, Stok Aman

×

Satgas Pangan Babar Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil, Stok Aman

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Satgas Pangan bersama pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tradisional Mentok, Selasa (25/3/2025) pagi.

Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga barang kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Mentok menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tim meninjau berbagai lapak pedagang, mulai dari pedagang beras, bawang, cabai, telur, ayam potong hingga ikan dan daging sapi.

Hal itu dilakukan guna menyatukan harga serta ketersediaan barang menjelang puncak belanja masyarakat sebelum perayaan lebaran.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Babar, Heru Warsito menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan, stok bahan pokok di Pasar Tradisional Mentok masih aman. Bahkan, ketersediaan pangan diprediksi cukup hingga enam hari setelah Lebaran.

“Hasil pemantauan hari ini, untuk ketersediaan bahan pokok mencukupi. Bahkan kemarin, kami sudah memetakan bahwa stok bahan pangan masih tersedia hingga setelah Lebaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan dari segi harga, tidak ada kenaikan yang signifikan. Bahkan, beberapa komoditi utama masih dalam kondisi yang wajar.

“Untuk daging sapi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni di angka Rp. 140.000 per kilogram. Daging ayam diangka Rp. 35. 000 ribu per kilogram. Cabai merah keriting Rp. 56.000 ribu per kilogram,” katanya.

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: