<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Aktivitas Penyebrangan Pelabuhan Tanjung Kalian Kembali Normal Pasca Arus Balik

×

Aktivitas Penyebrangan Pelabuhan Tanjung Kalian Kembali Normal Pasca Arus Balik

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Arus balik lebaran Idulfitri 2025 telah berakhir, warga dan kalangan pegawai di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasa.

Termasuk aktivitas penyebrangan penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok yang sudah kembali normal pasca momen Idulfitri. Hal itu ditandai dengan tidak terdapat lagi kepadatan di ruang tunggu penumpang seperti saat puncak arus mudik maupun arus balik.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Terpantau hanya ada antrean kendaraan pribadi atau kendaraan roda empat di dalam area pelabuhan. Itupun bersiap-siap untuk masuk ke kapal yang memberangkatkan penumpang ke Pelabuhan Tanjung Api-api.

“Sudah normal seperti biasa. Antrean di dalam pelabuhan itu kendaraan pribadi. Untuk trip keberangkatan juga sudah normal hanya 9, paling tambahan 1 jadi 10 trip,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka, Ardhi Ekapaty, Rabu (9/4/2025).

Dari sisi jumlah penumpang, terjadi peningkatan sekitar 11 persen dibanding tahun lalu. Data ini tercatat dari H-10 hingga H+5 atau dari 21 Maret hingga 6 April 2025.

Pada 2024, tercatat 58.115 penumpang, dan tahun ini naik menjadi 64.691 orang. Sementara kendaraan meningkat 9 persen, dari 10.654 unit menjadi 11.631 unit.

Sedangkan untuk jumlah trip, secara keseluruhan ada 200 trip. Di tahun sebelumnya hanya 184 trip.

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: