<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratHeadlineLokal

Truk Bermuatan 20 Ton Pakan Ayam Hantam Rumah Warga Mentok

×

Truk Bermuatan 20 Ton Pakan Ayam Hantam Rumah Warga Mentok

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Satu unit truk mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Sabtu (26/6/2025) pagi.

Truk yang bermuatan pakan ayam ini dikendarai oleh Duriatno warga Lampung. Saat itu truk melaju dari Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok menuju ke kota Pangkalpinang.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Indra, salah seorang warga mengatakan, diduga penyebab truk berwarna hijau ini menabrak rumah karena ada permasalahan di sistem pengereman kendaraan.

“Pengakuan dari sopir ya (masalah) rem. Tadi lihat kondisinya sehat alhamdulillah. Dari informasi tadi sopirnya namanya Duriatno asal Lampung Selatan,” ujarnya.

Indra menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut.

Sementara, Puspa, ibu rumah tangga berusia sekitar 60-an tahun yang rumahnya menjadi korban tabrakan mengatakan, kejadian seperti ini bukan kali pertama, bahkan sudah ketujuh kalinya rumah warga diseruduk mobil maupun truk dari arah Pelabuhan Tanjung Kalian.

“Ini sudah beberapa kali kejadian. Pokoknya totalnya sudah 7 kali rumah ditabrak begini. Harusnya dipasang besi atau apa, atau tikungan itu harusnya dilebarkan lagi. Masak rumah kami jadi sasaran terus,” ucapnya.

Kerugian yang dialami Puspa akibat tabrakan belum dapat diketahui. Dia berharap ada ganti kerugian atas insiden yang terus terjadi berulang kalinya ini.

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: