<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

Selama 6 Bulan Masyarakat Babar Dapat Beras Gratis dari Pemerintah

×

Selama 6 Bulan Masyarakat Babar Dapat Beras Gratis dari Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Caption: Bupati Bangka Barat Sukirman berikan beras ke Masyarakat Tanjung, Mentok, Bangka Barat, Rabu (28/2/2024). (Ist)
Caption: Bupati Bangka Barat Sukirman berikan beras ke Masyarakat Tanjung, Mentok, Bangka Barat, Rabu (28/2/2024). (Ist)

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memberikan beras gratis kepada masyarakat selama 6 bulan ke depan.

Hal itu dilakukan guna membantu masyarakat. Pasalnya, harga beras saat ini terbilang cukup tinggi dan dirasakan betul efeknya bagi masyarakat kecil. Bantuan beras itu diberikan Bupati Babar Sukirman secara simbolis, pada Rabu (28/2/2024) pagi.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sukirman mengatakan, penerima bantuan beras ada 400 lebih warga di Kelurahan Tanjung Mentok. Warga yang menerima bantuan ini adalah mereka yang masuk daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Ya, kami hari ini meneruskan amanah dari pemerintah pusat, kita mulai salurkan beras kepada masyarakat dengan sasaran keluarga penerima manfaat. Total di Babar ada delapan ribu lebih yang menerima bantuan beras ini,” ujar Sukirman.

Untuk di Kelurahan Tanjung, sedikitnya ada 403 warga yang menerima beras sesuai data jumlah KPM. Kemudian Kelurahan Keranggan, ada 156 KPM yang menerima dan di Kelurahan Menjelang sekitar 155 KPM. Tentu tak hanya di 3 kelurahan itu saja, tapi semua desa.

“Ini ialah salah satu upaya pemerintah menekan inflasi atas kenaikan harga beras saat ini walaupun memang kami lihat memang cukup tinggi harga beras. Harapan kita melalui kegiatan ini bisa mengurangi harga dan membantu masyarakat kita,” katanya. (Aib)

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: