<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Libur Idul Adha, Penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian Alami Peningkatan

×

Libur Idul Adha, Penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian Alami Peningkatan

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, jumlah penumpang kapal penyebrangan di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat, Bangka Belitung mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang diterima dari Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bangka Belitung per Jumat (14/6/2024), jumlah penumpang yang telah menyebrang ke Pelabuhan Tanjung Api-Api mencapai 2.885 orang. Sedangkan satu hari sebelumnya hanya tercatat sebanyak 1.538 orang.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sedangkan untuk segmen kendaraan, tercatat sebanyak 624 unit yang telah diseberangkan dari Pelabuhan Tanjung Kalian. Jumlah tersebut meningkat dari data sehari sebelumnya yang hanya 370 unit.

Untuk mengangkut penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Tanjung Kalian, pihak BPTD Kelas III Bangka Belitung menyiagakan sebanyak 10 unit kapal dan 10 trip penyebrangan.

Andi Firdaus (31), salah seorang penumpang mengatakan ia sengaja melakukan perjalanan ke Pulau Sumatera lantaran mendapatkan waktu libur yang lebih panjang pada momen Idul Adha 2024 ini.

“Biasanya memang tidak pulang, karena tahun ini kan agak panjang liburnya jadi memutuskan untuk berangkat via Pelabuhan Tanjung Kalian. Kalau sekilas memang agak padat dari biasanya, karena mungkin itu tadi mau lebaran haji juga di daerah asal,” ujar Andi Firdaus, Sabtu (15/6/2024).

Hal senada disampaikan oleh penumpang lainnya, Suryani (52), ia mengaku sudah jauh-jauh hari melakukan pemesanan tiket kapal agar dapat menyebrang ke Pelabuhan Tanjung Api-Api.

“Justru sudah dari agak jauh hari memesan, karena libur anak sekolah juga lumayan kan ada berapa hari. Takut ga dapat, tapi alhamdulillah bisa menyebrang. Rencananya mau ke Bengkulu, dari Belinyu tadi berangkat,” ujar Suryani.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: