<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Libur Idulfitri, ASDP Bangka Layani 60 Ribu Penumpang

×

Libur Idulfitri, ASDP Bangka Layani 60 Ribu Penumpang

Sebarkan artikel ini
Penyebrangan di Pelabuhan Tanjung Kalian.
Penyebrangan di Pelabuhan Tanjung Kalian.

BANGKA BARAT – General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka, Ardhi Ekapaty, menyampaikan bahwa selama arus mudik hingga arus balik Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah, tidak ditemukan insiden kecelakaan di Pelabuhan Tanjung Kalian maupun di perairan Bangka Barat.

“Seperti yang disampaikan Kapolres, kondisi angkutan Lebaran 2025 ini bisa dibilang zero accident, baik di laut maupun di pelabuhan. Ini catatan positif, apalagi di pelabuhan lain sempat terjadi insiden,” ujar Ardhi di Mentok, Senin (7/4/2025).

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ardhi juga menyoroti keberhasilan pengelolaan arus penumpang dua tahun terakhir. Ia menyebut tidak ada lagi warga yang harus merayakan Lebaran di pelabuhan. Hal ini berkat dukungan dari Forkopimda dan pihak-pihak terkait.

Dari sisi jumlah penumpang, terjadi peningkatan sekitar 8 persen dibanding tahun lalu. Pada 2024, tercatat 56.178 penumpang, dan tahun ini naik menjadi 60.773 orang. Sementara kendaraan meningkat 6 persen, dari 10.252 unit menjadi 10.913 unit.

Arus balik tahun ini juga bersamaan dengan momen perayaan Ceng Beng. Sebanyak 16 armada ferry disiagakan dan beroperasi selama 24 jam pada puncak lonjakan tiga hingga empat hari terakhir.

Namun saat ini, menurut Ardhi, situasi mulai landai. Penurunan jumlah penumpang terlihat meski masih didominasi kendaraan kecil. Oleh karena itu, pihaknya mulai memberangkatkan truk sedang dan besar yang sebelumnya ditempatkan di buffer zone.

“Pengangkutan truk sudah kita mulai sejak Sabtu dan Minggu kemarin. Banyak kendaraan masuk ke pelabuhan, sehingga pengaturan arus balik harus tetap cermat,” tambahnya.

ASDP terus memantau kondisi pelabuhan secara situasional. Jika terjadi kepadatan, jadwal kapal akan dipercepat agar pelabuhan segera kosong. Namun jika kondisi memungkinkan, pengoperasian akan kembali ke jadwal normal.

“Hingga hari ini, seluruh 16 armada masih tetap beroperasi,” ujarnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: