<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Juli 2024, Bangka Barat Alami Inflasi Tahunan 0,46 Persen

×

Juli 2024, Bangka Barat Alami Inflasi Tahunan 0,46 Persen

Sebarkan artikel ini
Illustrasi grafik. Foto: Internet.
Illustrasi grafik. Foto: Internet.

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat pada Juli 2024 mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 101,63.

Tekanan inflasi secara y-on-y kembali menguat pada tingkat 0,46 persen setelah sebelumnya berada di tingkat 0,27 persen.
Sedangkan secara month-to-month (m-to-m), Kabupaten Bangka Barat mencatat deflasi yang lebih dalam dibandingkan bulan Juni 2024, yakni sebesar 0,61 persen, dibandingkan deflasi sebelumnya sebesar 0,21 persen.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Secara year-to-date (y-to-d), Kabupaten Bangka Barat mengalami deflasi sebesar 0,55 persen. Secara umum, sebagian besar kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga konsisten mengalami deflasi secara m-to-m, mirip dengan kondisi pada bulan Juni 2024,” kata Kepala BPS Bangka Barat, I Ketut Mertayasa.

Ketut menyampaikan secara y-on-y seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada periode Juli 2024 sudah mengalami inflasi.

“Inflasi y-on-y tertinggi tercatat dialami oleh Kota Pangkalpinang sebesar 1,40 persen. Sedangkan, inflasi y-on-y terendah tercatat dialami oleh Bangka Barat sebesar 0,46 persen, Kabupaten Bangka Barat berada diposisi kedua terendah secara y-on-y,” ucapnya.

Ditinjau secara series, terjadi pelemahan tekanan inflasi selama beberapa bulan terakhir, mulai dari Maret hingga Juli 2024
Deflasi pada bulan Juli 2024 menjadi yang terdalam sepanjang tahun. Kata dia hal ini disebabkan oleh efek pasca hari raya yang mengurangi tekanan inflasi dibandingkan bulan sebelumnya.

“Deflasi Kabupaten Bangka Barat bulan Juli 2024, secara month-to-month dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil sebesar 0,62 persen,” katanya.

Beberapa komoditas yang memengaruhi deflasi di antaranya bawang merah, ikan tenggiri, sawi hijau, cabai merah, dan ikan kerisi

Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga memberikan andil terhadap deflasi secara month-to-month, yaitu sebesar 0,03 persen.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: