<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Perumdam Tirta Sejiran Setason Berencana Tambah Sumber Air Baku

×

Perumdam Tirta Sejiran Setason Berencana Tambah Sumber Air Baku

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Saat memasuki musim kemarau, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Sejiran Setason (TSS) Bangka Barat selalu kekurangan sumber air baku, lantaran hanya memanfaatkan kolam tampung hujan bekas tambang.

Seperti di tahun 2024 ini, baru memasuki musim kemarau, sumber air baku telah mengalami penyusutan sebanyak 50 cm, dan memaksa pihak Perumdam mengurangi jam operasional suplay air ke masyarakat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Direktur Perumdam TSS Babar, Najamuddin mengatakan, apabila kemarau terus berlanjut, ketersediaan sumber air baku, masih mampu bertahan hingga 3 bulan kedepan dengan mengambil air dari kolam bekas tambang di sekitar air baku.

“Total debit air keseluruhan 115 liter per detik dengan jumlah pelanggan 6.000, sudah mengalami pengurangan, karena sumbernya terjadi penurunan. Kita harap panas yang ekstrem ini tidak terlalu lama,” ucapnya, Selasa (6/8/2024).

Melihat kondisi seperti ini, dan hampir setiap tahun kekurangan air baku. Najamuddin akan meminta Pemerintah Pusat untuk membuat embung sumber air baku dengan kapasitas penampungan yang besar.

“Kita sampaikan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU bahwa Bangka Belitung ini wajib memikirkan untuk sumber air baku berskala besar,” ujarnya.

Menurut Najamuddin, pemerintah dapat menerapkan apa yang sudah dilakukan Kota Batam yang memanfaatkan air laut.

“Contohnya di wilayah Batam, wilayahnya hampir sama dengan kita mereka tidak memiliki sungai besar di tengah kota, tapi mereka berkecukupan. Mereka metodenya membuat DAM air laut sehingga menjadi air tawar,” katanya.

Dengan adanya sumber air baku yang besar, setiap musim kemarau tiba, pihak Perumdam tidak perlu lagi kesusahan dan jumlah pelanggan dapat tambah.

 

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: