<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Objek Wisata Bukit Kukus Mentok Terbakar

×

Objek Wisata Bukit Kukus Mentok Terbakar

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Kebakaran hutan lahan (karhutla) mulai melanda Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satunya peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di objek wisata Bukit Kukus, Kecamatan Mentok.

Hutan itu, sangat cepat dilahap api lantaran cuaca sangat panas dan ditambah angin kencang, pada Rabu (14/8/2024) sore.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Warga yang panik hanya bisa berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangka Barat.

Meski demikian, api terus menyebar di kawasan kaki Bukit Kukus, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Bangka Barat.

Seorang warga setempat, Kris mengatakan dirinya terkejut saat keluar rumahnya melihat asap putih dan api di kawasan Bukit Kukus.

“Asap putih mulai terlihat dari rumah saya sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah itu, saya melihat api yang cukup besar di bawah Bukit Kukus,” kata Kris, Rabu (14/8/2024)

Dia menambahkan warga sekitar segera berusaha memadamkan api dengan kayu, namun api yang besar dan angin kencang membuat pihaknya sulit memadamkan api.

“Jadi kami bersama warga langsung memadamkan api dengan kayu, kami kualahan karena api sangat besar dan angin kencang. Beruntung setelah itu damkar datang,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, tepatnya pukul 16.40 WIB tim Damkar Bangka Barat bersama warga masih berupaya memadamkan api yang terus menjalar di kawasan hutan wisata tersebut.

 

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: