BANGKA BARAT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mentok, Kabupaten Bangka Barat, terus memperluas program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan ketahanan pangan. Salah satu program yang kini dikembangkan adalah budidaya unggas dengan melibatkan warga binaan dalam kegiatan peternakan.
Tak sekadar menjalankan fungsi pemasyarakatan, Rutan Mentok juga mengembangkan potensi produksi pangan dari lingkungan Rutan. Saat ini, terdapat sekitar 700 ekor ayam yang terdiri atas ayam petelur dan ayam Merawang, dengan hasil produksi telur mencapai ratusan butir setiap harinya.
Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, mengatakan dari total sekitar 700 ekor ayam tersebut, sebanyak 600 ekor merupakan ayam petelur dan 100 ekor lainnya ayam Merawang.
“Untuk ayam petelur kita ada sekitar 600 ekor, kemudian ayam Merawang sekitar 100 ekor. Jadi totalnya kurang lebih 700 ekor. Untuk produksi telur saat ini sekitar 300 butir per hari,” ujar Andri.
Produksi telur tersebut saat ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan Rutan, terutama kebutuhan dapur yang menyediakan makanan bagi warga binaan. Dengan demikian, hasil peternakan dapat dimanfaatkan secara langsung sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Namun, pengembangan peternakan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan internal. Apabila produksi terus meningkat dan kebutuhan dapur Rutan telah terpenuhi, hasil telur tersebut berpeluang dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Rutan Mentok bahkan membuka peluang agar produksi telur nantinya dapat mendukung kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah sekitar Mentok.
“Jadi bukan hanya untuk kebutuhan pangan di dalam Rutan. Kalau produksinya sudah mencukupi kebutuhan dapur Rutan, ke depan tentu bisa kita kembangkan untuk dijual, salah satunya mendukung kebutuhan dapur MBG di sekitar Mentok,” jelasnya.
Selain menjadi bagian dari program ketahanan pangan, kegiatan peternakan tersebut juga dimanfaatkan sebagai media pembinaan bagi warga binaan. Mereka mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas pemeliharaan ternak sehingga memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis di bidang peternakan.
















