IMG_20260905_155648
Bangka Barat

BRIN Siapkan Rp3,7 Miliar untuk Lada Babar, Deddi Wijaya Dorong Kebangkitan Muntok White Pepper

×

BRIN Siapkan Rp3,7 Miliar untuk Lada Babar, Deddi Wijaya Dorong Kebangkitan Muntok White Pepper

Sebarkan artikel ini
Deddi Wijaya saat memberikan pertanyaan kepada seluruh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat (Babar) pada saat Rapat Pleno Kabupaten di Gedung Majapahit, Mentok, Bangka Barat, pada Kamis (29/02/2024) pagi.
Deddi Wijaya saat memberikan pertanyaan kepada seluruh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat (Babar) pada saat Rapat Pleno Kabupaten di Gedung Majapahit, Mentok, Bangka Barat, pada Kamis (29/02/2024) pagi.

BANGKA BARAT – Upaya menghidupkan kembali kejayaan lada putih di Kabupaten Bangka Barat mendapat perhatian dari Ketua DPD Partai Golkar Bangka Barat sekaligus Anggota DPRD Bangka Barat, Deddi Wijaya.

Ia menilai rencana dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) senilai sekitar Rp3,7 miliar dapat menjadi momentum penting untuk membangun kembali sektor lada di daerah tersebut.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Deddi, pengembangan lada tidak cukup hanya dengan menambah luas tanam. Program tersebut perlu diarahkan untuk membangun ekosistem perkebunan lada yang kuat, mulai dari penyediaan bibit, teknologi budidaya, peningkatan produktivitas, pengolahan hasil hingga pemasaran.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Pemkab Bangka Barat dan BRIN yang memberikan perhatian serius terhadap kebangkitan kembali lada. Ini bukan sekadar program menanam lada, tetapi harus menjadi gerakan membangun kembali ekosistem lada dari hulu sampai hilir,” ujar Deddi.

Ia menyebut keterlibatan BRIN melalui riset, teknologi dan pendampingan dapat memberikan peluang bagi petani lada Bangka Barat untuk meningkatkan kualitas sekaligus produktivitas perkebunan mereka.

Menurutnya, pendekatan berbasis penelitian diperlukan agar pengembangan lada tidak lagi hanya mengandalkan pola budidaya secara turun-temurun, tetapi dapat menggunakan metode yang lebih sesuai dengan kondisi lahan dan tantangan perkebunan saat ini.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Desa Tuik, Kecamatan Kelapa. Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat lahan sekitar 1,2 hektare yang telah didata dan dinilai siap menjadi lokasi pengembangan demplot lada.

“Kalau Desa Tuik memang memiliki lahan yang sudah siap, tentu ini harus kita dorong. Tetapi saya berharap manfaatnya jangan berhenti di satu lokasi. Demplot harus menjadi sekolah lapangan bagi petani, sehingga teknologi dan metode budidayanya bisa direplikasi ke desa-desa lain di Bangka Barat,” katanya.

Deddi menilai keberadaan demplot harus memberikan dampak yang lebih luas. Menurut dia, lokasi percontohan tersebut idealnya menjadi tempat pembelajaran bagi petani, baik dalam penerapan teknologi budidaya, penggunaan bibit unggul maupun penanganan berbagai persoalan tanaman lada.

error: