Ia juga mengingatkan agar dukungan anggaran dan riset dari BRIN tidak berhenti setelah pembangunan demplot selesai. Keberlanjutan program dinilai menjadi faktor penting agar investasi tersebut benar-benar memberikan hasil bagi petani.
Beberapa aspek yang menurutnya perlu mendapat perhatian meliputi peremajaan tanaman, penyediaan bibit unggul, pengendalian penyakit, penerapan teknologi budidaya, peningkatan produktivitas, pengolahan pascapanen hingga penguatan akses pasar.
“Kita ingin petani mendapatkan hasil nyata. Jangan sampai setelah demplot dibuat, kemudian selesai. Harus ada transfer teknologi kepada petani, pendampingan, evaluasi produktivitas dan yang paling penting ada kepastian pasar,” tegas Deddi.
Ia mengatakan kebangkitan kembali lada putih Bangka Barat memiliki arti lebih luas dibandingkan sekadar meningkatkan produksi perkebunan. Komoditas tersebut selama ini memiliki keterkaitan dengan sejarah dan identitas ekonomi masyarakat Bangka Belitung.
Karena itu, Deddi berharap program pengembangan lada mampu mendorong generasi petani untuk kembali melihat perkebunan lada sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi apabila dikelola secara profesional.
“Lada adalah bagian dari sejarah dan identitas Bangka Barat. Karena itu, kita harus berani membangun kembali kejayaannya dengan pendekatan yang lebih modern, berbasis riset dan teknologi,” ujarnya.
Deddi menambahkan, dukungan terhadap pengembangan lada harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyatakan Partai Golkar Bangka Barat akan mendukung kebijakan pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama melalui penguatan sektor perkebunan dan ekonomi pedesaan.













