BANGKA BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Hingga Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat mencatat sebanyak 25 kejadian karhutla terjadi di sejumlah wilayah.
Dari puluhan kejadian tersebut, luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 37 hektare. Lahan yang terbakar mayoritas berupa kawasan hutan dan semak belukar, meski terdapat pula lahan perkebunan.
Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam mempercepat pelaporan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat di Kabupaten Bangka Barat, terkait dengan kejadian karhutla ya, di Kabupaten Bangka Barat sampai dengan hari ini sudah ada 25 kejadian. Kami harapkan partisipasi dari masyarakat, keterlibatan masyarakat, ketika memang ada kejadian untuk segera melaporkan. Jangan sampai nanti dia sudah meluas, gitu kan,” katanya, Rabu (12/8/2026).
“Yang sudah terdata di kami itu sekitar 37 hektar. Itu terjadi dari lahan hutan, ada sebagian ini apa namanya perkebunan. Ini sebagian hutan atau semak belukar itu,” ujar Safrizal.
Menurutnya, pemerintah daerah juga telah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, kekeringan, dan cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Untuk imbauan kita sudah menerbitkan surat edaran kepada masyarakat dalam rangka untuk bersiapsiaga. Kemudian kita juga sudah mengeluarkan ini menerbitkan SK Siaga Darurat. Kemudian kita juga sudah melakukan rakor terkait dengan kesiapsiagaan karhutla dan kekeringan di Kabupaten Bangka Barat,” katanya.
Selain penanganan karhutla, BPBD Bangka Barat turut mengantisipasi dampak kekeringan, khususnya potensi berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Safrizal menyebut pihaknya telah melakukan pendataan terhadap armada mobil tangki air yang dapat dikerahkan apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.
















