<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokalOlahraga

KONI Dukung Penuh Atlet Tinju Babar yang Bakal Berlaga di Popnas Aceh-Sumut 2025

×

KONI Dukung Penuh Atlet Tinju Babar yang Bakal Berlaga di Popnas Aceh-Sumut 2025

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Barat (Babar) siap mendukung penuh Radif Al Ramadhan, petinju yang bakal berlaga di Popnas Aceh-Sumut 2025 mendatang.

Sebelumnya, petinju 15 tahun itu berhasil rmedali emas Cabang Olahraga (Cabor) Tinju di ajang Popnas Zona I Sumatera 2024 mewakili Kontingen Provinsi Bangka Belitung (Babel).

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ketua KONI Bangka Barat, Muhammad Amin mengatakan atlet seperti ini layak dibina dan dipertahankan. Dipersiapkan untuk ikut di ajang yang lebih besar nantinya.

“Kita akan lakukan pembinaan kepada atlet junior seperti ini ke depan. Karena atlet berprestasi ini rawan untuk diambil daerah lain. Ini harus kita pertahankan, itu wajib, jangan dilepas dan dibiarkan begitu saja,” tuturnya.

Ia berharap, semua atlet tingkat pelajar sudah saatnya dan seharusnya memperlihatkan kemampuannya. Dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya yang kemudian akan dibina oleh KONI Babar. Dengan pembinaan yang terarah dan bersifat kontinyu ke depannya.

“Tentu tidak asal-asalan kita tetap akan support dan dukung hal-hal positif seperti ini. Semoga capaian Radif ini bisa memotivasi pelajar yang lain, tidak hanya pada dunia gim saja. Tapi juga bisa berprestasi di berbagai bidang dan khususnya olahraga,” jelasnya

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: