<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Bus yang Ditumpangi Bawa Balok Timah, Penumpang Kaget Diperiksa Polisi

×

Bus yang Ditumpangi Bawa Balok Timah, Penumpang Kaget Diperiksa Polisi

Sebarkan artikel ini
Barang bukti yang diamankan ke Mapolres Bangka Barat. Foto: Sorotanbangka/ Rama.
Barang bukti yang diamankan ke Mapolres Bangka Barat. Foto: Sorotanbangka/ Rama.

BANGKA BARAT – Tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bangka Barat (Babar) berhasil menangkap balok timah yang diduga hendak diselundupkan ke luar Bangka.

Balok timah itu diamankan pihak polisi pimpinan Ipda Ragil Dimas Ramdhan dari sebuah mobil bus penumpang. Ya, dari mobil bus saat berada di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok dan hendak menyeberang pada Minggu (22/12/2024) petang.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Balok timah itu diamankan sekira pukul 18.30 Wib dengan kondisi diletakan di bawah kursi penumpang dan dibungkus pelastik hitam dan karung berwarna putih. Ketika diminta izin membawa balok timah oleh petugas, sopir bus tidak bisa memperlihatkan.

Akibatnya, sopir berikut bus dan berikut penumpang diamankan ke Mapolres Babar. Salah satu penumpang bus saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengaku sempat terkejut ketika mobil bus yang dirinya tumpangi tiba-tiba digerebek oleh pihak kepolisian.

“Terkejut saya tiba-tiba diperiksa polisi, awalnya tidak tahu sama sekali alasan apa, setelah itu baru tahu sedang menangkap balok timah,” ujar wanita berusia 50 tahun itu saat berada di halaman utama Mapolres Babar pada Minggu (22/12/2024) malam.

Ia mengaku tak tahu sama sekali mobil yang mengangkutnya bersama para penumpang lain membawa balok timah. Sebab, awalnya ia dan keluarga hendak pulang kampung halaman ke Kabupaten Sampang, Pulau Madura. Ia berangkat dari Bangka Selatdar

“Tidak tahu sama sekali, saya tadi dari Desa Nyelanding dijemput mobil kecil lalu dipindahkan ke bus. Ketika masuk bus sudah ada plastik hitam itu, kami dari Nyelanding mau ke Sampang, Madura. Terkejut tiba-tiba diperiksa polisi,” Adia menambahkan.

Saat ini penumpang telah dibawa petugas ke Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: